Posted by: p4mristkippgrisda | November 8, 2010

Belajar Akar Kuadrat Menggunakan Pola Persegi (Anton Jaelani, Ilham Rizkianto, Lestariningsih)

Pendahuluan

Akar kuadrat merupakan salah satu materi yang dirasakan sulit oleh siswa untuk dipelajari. Siswa sering mengalami hambatan dalam memaknai akar kuadrat dari suatu bilangan. Hal ini tentu saja mengurangi semangat mereka dalam belajar matematika sehingga diperlukan suatu pendekatan atau cara pembelajaran yang menarik tentang akar kuadrat dan bisa menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Pendekatan pembelajaran yang sejalan dengan ide ini adalah Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). PMRI memberikan inovasi pembelajaran yang berdasarkan permasalahan konteks yang ada di sekitar siswa sehingga siswa bisa terlibat secara langsung dalam pembelajaran.

Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah siswa dapat menentukan akar kuadrat dari suatu bilangan.

Pertanyaan Penelitian

1.       Apakah siswa mengetahui konsep bilangan akar kuadrat?

2.       Bagaimana cara siswa menentukan akar kuadrat suatu bilangan?

3.       Apakah siswa mengetahui bahwa suatu bilangan adalah bilangan kuadrat?

Deskripsi

Penelitian ini dilakukan di kelas 5A SD 98 Palembang pada tanggal 13 oktober 2010. Seorang siswa diminta menggambar persegi di depan kelas lalu guru menuliskan panjang salah satu sisi dan siswa menentukan panjang sisi yang lain. Dari nilai sisi-sisi persegi, siswa menyatakan bahwa panjang semua sisi pada persegi adalah sama. Beberapa gambar yang bermotif susunan persegi seperti papan catur atau pengubinan ditunjukkan ke siswa dan mereka mengamatinya dengan seksama. Siswa dibagi menjadi 7 kelompok dan tiap kelompok terdiri dari 4 atau 5 orang. Nama kelompok dibuat berdasarkan nama-nama beberapa ibu kota propinsi yang ada di Indonesia.

Gambar 1. Gambar bermotif susunan persegi

Tiap kelompok mendapatkan beberapa kertas berbentuk persegi dengan ukuran 4 cm x 4cm, kertas lebar, lem dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Kemudian mereka diminta menyusun persegi-persegi kecil tersebut di meja sehingga membentuk persegi baru dengan ukuran yang lebih besar dan membentuk motif tertentu sesuai dengan keinginan siswa.

Setelah terbentuk persegi, siswa lalu memindahkannya ke kertas dengan mengelem persegi-persegi kecil terlebih dahulu. Mereka lalu menghitung banyaknya persegi-persegi kecil yang dibutuhkan untuk membentuk sebuah persegi dan banyaknya persegi kecil yang menyusun sisi persegi baru. Siswa kemudian menuliskan hasil pekerjaannya di sebelah persegi yang sudah mereka buat. Hasil pekerjaan semua kelompok selanjutnya ditempelkan di depan kelas. Tiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya dan melengkapi tabel yang ada di papan tulis.

Guru menjelaskan hubungan antara jumlah seluruh persegi kecil yang dibutuhkan untuk menyusun persegi baru dengan banyaknya persegi kecil yang membentuk sisi persegi baru. Penjelasan ini mengarah kepada hubungan antara akar kuadrat dari suatu bilangan dan hasilnya. Selanjutnya siswa menjawab soal-soal dalam LKS 1. LKS 1 terdiri-dari 7 pertanyaan. Tiap pertanyaan mengacu pada hasil pekerjaan yang telah mereka buat sebelumnya. Siswa melengkapi 4 kolom pertanyaan yang berisi nama kelompok, banyaknya semua persegi kecil, banyaknya persegi pada salah satu sisinya, dan hubungan antara keduanya. Kemudian siswa menuliskan hasil pekerjaannya di papan tulis dan menjelaskan di depan kelas kepada semua temannya.

Siswa mengerjakan LKS 2 yang terdiri dari dua jenis pertanyaan. Pertanyaan jenis pertama terdiri dari 3 soal, siswa diminta menuliskan nilai akar dari suatu bilangan dan memberikan alasan atas jawabannya. Pertanyaan jenis kedua terdiri dari 3 soal, siswa menentukan nilai kebenaran dari suatu pernyataan dan memberikan alasan atas jawabannya.

Analisis

Kegiatan pertama, membuat persegi yang disusun dari persegi-persegi kecil, dilakukan semua kelompok dengan mudah. Ada 4 macam persegi yang dibuat oleh siswa berdasarkan panjang sisinya yaitu 3, 4, 5, dan 6 persegi kecil. Perbedaan ukuran dan motif yang dibuat oleh sebagian besar kelompok menunjukkan bahwa siswa mempunyai kreativitas yang tinggi. Perhatian yang besar dari siswa tertuju kepada kegiatan kedua, yaitu proses penempelan persegi-persegi kecil di kertas yang lebar sehingga proses ini membutuhkan waktu yang lebih lama dari pada waktu sebenarnya yang telah dialokasikan. Dari hasil observasi, dapat diketahui bahwa rasa percaya diri dalam diri beberapa siswa masih rendah karena ada beberapa kelompok yang tidak mempunyai keberanian untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas.

Gambar 2. Siswa menyusun persegi dari persegi-persegi kecil dan membuat desain tertentu

Kegiatan ketiga, siswa mengerjakan LKS 1 berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pekerjaan seluruh grup dalam kelas. Mereka melengkapi kolom tentang hubungan antara luas dan sisi persegi dengan benar dan cepat. Ini mengindikasikan bahwa siswa telah mengetahui konsep bilangan akar kuadrat. Mereka juga antusias untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas. Pada tahap ini, rasa percaya diri dalam diri siswa tampak mulai muncul.

Kegiatan terakhir, siswa mengerjakan LKS 2 yang berfungsi sebagai tes formatif. Sebagian besar kelompok menjawab pertanyaan jenis pertama dengan benar. Setiap kelompok juga memberikan alasan atas jawabannya yaitu bilangan hasil dari akar kuadrat jika dikalikan dengan dirinya sendiri akan menghasilkan bilangan yang ada dalam akar kuadrat. Dari sini dapat diketahui bahwa siswa dapat menentukan akar kuadrat suatu bilangan. Setelah siswa mengerjakan LKS 2 jenis kedua, dapat diketahui bahwa siswa telah mengetahui apakah suatu bilangan adalah bilangan kuadrat atau bukan.

Kesimpulan

Berdasarkan observasi yang telah kami lakukan, maka diperoleh beberapa kesimpulan dari proses belajar siswa:

1.       Siswa telah mengetahui konsep bilangan akar kuadrat.

2.       Siswa menentukan akar kuadrat suatu bilangan dengan cara mengalikan bilangan hasil dari akar kuadrat dengan dirinya sendiri dan bila diperoleh bilangan yang sama dengan bilangan dalam akar kuadrat, maka jawabannya benar.

Siswa telah mengetahui bahwa suatu bilangan adalah bilangan kuadrat

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: