Posted by: p4mristkippgrisda | March 30, 2011

PENGEMBANGAN TES URAIAN DAN NON TES

PENGEMBANGAN TES URAIAN DAN NON TES

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Secara umum yang dimaksud dengan instrumen adalah suatu alat yang memenuhi persyaratan akademis, sehingga dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur suatu objek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variable. Dalam bidang penelitian, instrumen diartikan sebagai alat untuk mengumpulkan data mengenai variabel-variabel penelitian untuk kebutuhan penelitian, sedangkan dalam bidang pendidikan instrumen digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa, faktor-faktor yang diduga mempunyai hubungan atau berpengaruh terhadap hasil belajar, perkembangan hasil belajar siswa, keberhasilan proses belajar mengajar guru, dan keberhasilan pencapaian suatu program tertentu.

Pada dasarnya instrumen dapat dibagi dua yaitu tes dan non tes. Berdasarkan bentuk atau jenisnya, tes dibedakan menjadi tes uraian dan obyektif, sedangkan nontes terdiri dari observasi, wawancara (interview), angket (questionaire), pemeriksaan document (documentary analysis), dan sosiometri. Instrumen yang berbentuk test bersifat performansi maksimum sedang instrumen nontes bersifat performansi tipikal.

Instrumen hasil belajar bentuk tes uraian memiliki banyak keunggulan seperti mudah disusun, tidak memberi banyak kesempatan untuk berspekulasi dan mampu mendorong siswa untuk berani mengemukakan pendapat serta menyusun jawaban dalam bentuk kalimat. Namun perdebatan di kalangan guru dan bahkan dikalangan orang tua, adalah memandang bahwa tes uraian sering tidak adil. Bahkan ada pandangan bahwa cara pemberian skor tes uraian cukup dilihat dari panjang pendeknya tes uraian.

Di lain pihak, penggunaan nontes untuk menilai hasil dan proses belajar masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan penggunaan alat melalui tes dalam menilai hasil dan proses belajar. Padahal ada aspek-aspek yang tidak bisa terukur secara “realtime” dengan hanya menggunakan test, seperti pada mata pelajaran matematika. Pada tes siswa dapat menjawab dengan tepat saat diberi pertanyaan tentang langkah-langkah melukis sudut menggunakan jangka tanpa busur, tetapi waktu diminta melukis secara langsung di kertas atau papan tulis ternyata cara menggunakan jangka saja mereka tidak bisa. Jadi dengan menggunakan nontes guru bisa menilai siswa secara komprehensif, bukan hanya dari aspek kognitif saja, tapi juga afektif dan psikomotornya.

Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang telah disebutkan diatas, maka diperlukan suatu langkah-langkah untuk penyusunan dan pengembangan baik tes uraian maupun nontes. Hal ini juga dapat digunakan untuk memperoleh tes yang valid, sehingga hasil ukurnya dapat mencerminkan secara tepat hasil belajar atau prestasi belajar yang dicapai oleh masing-masing individu peserta tes setelah selesai mengikuti kegiatan pembelajaran.

 

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan tinjauan yang diajukan diatas, maka diajukan rumusan masalah sebagai berikut:

1.       Bagaimana cara pengembangan instrumen jenis tes uraian?

2.       Bagaimana cara pengembangan instrumen jenis nontes?

 

C. TUJUAN PENULISAN

Berdasarkan rumusan masalah yang diajukan, maka penulisan makalah ini memiliki tujuan sebagai berikut:

1.       Menyusun cara pengembangan instrumen jenis tes uraian.

2.       Menyusun cara pengembangan instrumen jenis nontes

 

BAB II

PEMBAHASAN

A. TES URAIAN (ESSAY TEST)

1. Pengertian

Tes uraian adalah tes (seperangkat soal yang berupa tugas, pertanyaan) yang menuntut peserta didik untuk mengorganisasikan dan menyatakan jawabannya menurut kata-kata (kalimat sendiri).

 

2. Jenis-Jenis Tes Uraian

 

Dilihat dari ruang lingkup, tes uraian dibedakan menjadi:

a)      Uraian terbatas (restricted response items)

b)      Uraian Bebas (Extended response items)

Dilihat dari Penskorannya, tes uraian dibedakan menjadi:

a)      Uraian objektif

b)      Uraian non-objektif

 

3. Kelebihan Tes Uraian

Kelebihan tes uraian dibandingkan tes objektif antara lain:

a)      Untuk mengukur proses berfikir tingkat tinggi

b)      Untuk mengukur hasil belajar yang kompleks dan tidak dapat diukur dengan tes objektif

c)       Waktu yang digunakan untuk menulis soal lebih cepat

d)      Menulis tes uraian yang baik relatif lebih mudah dari pada menulis tes obyektif yang baik

 

4. Kelemahan Tes Uraian

Kelemahan tes uraian dibandingkan tes objektif antara lain:

a)      Terbatasnya sampel materi yang ditanyakan

b)      Sukar memeriksa jawaban siswa

c)       Hasil kemampuan siswa dapat terganggu oleh kemampuan menulis

d)      Hasil pemeriksaannya cenderung tidak tetap

 

5. Cara Pengembangan Tes Uraian

Cara pengembangan tes uraian adalah sebagai berikut:

a)      Merumuskan tujuan tes

Tes uraian dapat dibuat untuk bermacam-macam tujuan, seperti:

Pertama, tes yang bertujuan untuk mengadakan evaluasi belajar tahap akhir (EBTA) atau ujian lain yang sejenis dengan EBTA.

Kedua, tes yang bertujuan untuk mengadakan seleksi , misalnya untuk saringan masuk perguruan tinggi atau untuk penerimaan beasiswa untuk murid yang berbakat.

Ketiga, tes yang bertujuan untuk mendiagnosis kesulitan belajar murid, yang dikenal dengan tes diagnostic.

b)      Analisis Kurikulum atau Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP)

Analisis kurikulum bertujuan untuk menentukan bobot setiap pokok bahasan yang akan dijadikan dasar dalam menentukan item atau butir soal dalam membuat kisi-kisi soal

c)       Analisis Buku Pelajaran dan Sumber dari Materi Belajar Lainnya

Analisis buku pelajaran digunakan untuk menentukan bobot setiap pokok bahasan berdasarkan jumlah halaman materi yang termuat dalam buku pelajaran atau sumber materi belajar lainnya.

d)      Mengidentifikasi materi-materi yang cocok untuk dibuat dengan soal uraian

Tes uraian biasanya dibuat dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan menganalisis yang dimiliki oleh siswa, atau menjelaskan prosedur, hubungan sebab-akibat, atau memberikan argumen-argumen yang relevan.

e)      Membuat kisi-kisi

Manfaat kisi-kisi adalah untuk menjamin sampel soal yang baik, dalam arti mencakup semua pokok bahasan secara proporsional.

f)       Penulisan soal disertai pembuatan kunci jawaban dan pedoman penskoran

Ada beberapa petunjuk dalam penulisan butir-butir soal seperti valid, dapat dikerjakan dengan kemampuan yang spesifik, dan berikan petunjuk pengerjaan soal secara lengkap dan jelas.

g)      Penelaahan kembali rumusan soal (oleh sendiri atau orang lain)

h)      Reproduksi tes terbatas

Tes yang sudah dibuat diperbanyak dalam jumlah yang cukup menurut jumlah sampel uji coba atau jumlah peserta

i)        Uji Coba Tes

Sampel uji coba harus mempunyai karakteristikyang kurang lebih sama dengan karakteristik peserta tes yang sesungguhnya.

j)        Analisis hasil uji coba

Berdasarkan data hasil uji coba dilakukan analisis, terutama analisis butir soal yang meliputi validitas butir, tingkat kesukaran, dan fungsi pengecoh.

k)       Revisi soal

Apabila soal-soal yang valid belum memenuhi syarat berdasarkan hasil konfirmasi dengan kisi-kisi, dapat dilakukan perbaikan atau revisi soal.

l)        Merakit soal menjadi tes

 

6. Contoh

Contoh format kisi-kisi soal:

 

No. Kompetensi Materi Indikator No. Soal
1.
2.
3.

 

Contoh kartu Telaah Soal Uraian:

 

No. Soal Perangkat
No. Aspek yang Ditelaah Ya Tidak
A. Materi
1. Soal sesuai dengan indikator
2. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan jelas
3. Isi materi sesuai dengan tujuan pengukuran
4. Isi materi yang ditanyakan sudah sesuai dengan jenjang, jenis sekolah 

atau tingkat kelas

B. Konstruksi
5. Rumusan kalimat soal atau pertanyaan harus menggunakan kata tanya 

atau perintah yang menuntut jawaban terurai

6. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal
7. Ada pedoman penskoran
8. Gambar, grafik, table, diagram dan sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca
C. Bahasa
9. Rumusan kalimat soal komunikatif
10. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
11. Rumusan soal tidak menggunakan kata /kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian
12. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat
13. Rumusan soal tidak mengandung kata-kata yang dapat menyinggung perasaan siswa
Catatan:

 

Contoh Soal dan Pedoman Penskoran:

Indikator:  Siswa dapat menghitung isi bangun ruang (balok) dan mengubah satuan ukurannya.

Butir soal: Sebuah bak penampung air berbentuk balok berukuran panjang 150 cm, lebar 80 cm, dan tinggi 75 cm. Mampu menyimpan berapa literkah isi bak penampung air tersebut?

Alternatif kunci jawaban dan penskoran

 

Langkah Kunci Jawaban Skor
1. Rumus isi balok= panjang x lebar x tinggi 1
2. =150 x 80 x 75 1
3. =900.000 cm3 1
4. Isi balok dalam liter= 900.000/1.000 1
5. = 900 liter 1
Skor maksimum 5

 

B. NONTES

1. Pengertian Nontes

Teknik penilaian nontes berarti melaksanakan penilaian dengan tidak menggunakan tes.

 

2. Jenis-Jenis Nontes

a. Observasi

 

Observasi merupakan suatu pengamatan langsung terhadap siswa dengan memperhatikan tingkah lakunya. Secara umum observasi adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan (data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan.

Menurut cara dan tujuannya, obsevasi dapat dibedakan menjadi 3 macam:

1)      Partisipatif dan nonpartisipatif

2)      Observasi sistematis dan nonsistematis

3)      Observasi eksperimental

Cara pengembangan observasi:

1)      Merumuskan tujuan

2)      Merumuskan kegiatan

3)      Menyusun langkah-langkah

4)      Menyusun kisi-kisi

5)      Menyusun panduaan obsevasi

6)      Menyusun alat penilaian

Contoh observasi:

Guru mengamati cara anak melukis sudut 300.

 

b. Wawancara (Interview)

Wawancara adalah suatu teknik penilaian yang dilakukan dengan cara percakapan (dialog) yang berisikan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tujuan informasi yang hendak digali.

Wawancara dibedakan menjadi 2 macam:

1)      Wawancara bebas

2)      Wawancara terpimpin

Cara pengembangan wawancara:

1)      Perumusan tujuan yang ingin dicapai dari wawancara

2)      Perumusan kegiatan atau aspek-aspek yang dinilai

3)      Penyusunan kisi-kisi dan bentuk wawancara

4)      Penyusunan pedoman dan pertanyaan wawancara

5)      Lembaran penilaian

Contoh wawancara:

Guru menanyakan ke siswa :

“Bagaimana cara kamu menghitung volum dari gambar balok ini? ”

“Mengapa kamu menggunakan cara tersebut?”

“Dari mana kamu mengetahui cara tersebut?”

 

c. Angket (Questionaire)

 

Angket adalah daftar pertanyaan yang terbagi dalam beberapa kategori.

Ditinjau dari segi yang memberikan jawaban, angket dibedakan menjadi 2 macam:

1)      Angket langsung

2)      Angket tidak langsung

Ditinjau dari segi cara memberikan jawaban, angket dibedakan menjadi 2 macam:

1)      Angket tertutup

2)      Angket terbuka

Ditinjau dari strukturnya, angket dibedakan menjadi 2 macam:

1)      Angket terstruktur

2)      Angket tidak terstruktur

Cara pengembangan angket:

1)      Merumuskan tujuan

2)      Merumuskan kegiatan

3)      Menyusun langkah-langkah

4)      Menyusun kisi-kisi

5)      Menyusun panduan angket

6)      Menyusun alat penilaian

 

Contoh angket:

ANGKET MINAT SISWA

TERHADAP PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran :…………………… Kelas/ Semester : …………………………

Hari/tanggal : ………………

Petunjuk

1.       Pada angket ini terdapat 34 pernyataan. Pertimbangkan baik-baik setiap pernyataan dalam kaitannya dengan materi pembelajaran yang baru selesai kamu pelajari, dan tentukan kebenaranya.

2.       Berilah jawaban yang benar sesuai dengan pilihanmu.

3.       Pertimbangkan setiap pernyataan secara terpisah dan tentukan kebenarannya. Jawabanmu jangan dipengaruhi oleh jawaban terhadap pernyataan lain.

4.       Catat responmu pada lembar jawaban yang tersedia, dan ikuti petunjuk-petunjuk lain yang mungkin diberikan berkaitan dengan lembar jawaban. Terima kasih.

Keterangan Pilihan jawaban:

1. = sangat tidak setuju

2. = tidak setuju

3. = ragu-ragu

4. = setuju

5. = sangat setuju

PERNYATAAN

NO Pertanyaan Pilihan Jawaban
1 2 3 4 5
1. Guru benar-benar mengetahui bagaimana membuat kami menjadi antuasias terhadap materi pelajaran
2. Hal-hal yang saya pelajari dalam pembelajaran ini akan bermanfaat bagi saya
3. Saya yakin bahwa saya akan berhasil dalam pembelajaran ini
4. Pembelajaran ini kurang menarik bagi saya
5. Guru membuat materi pelajaran ini menjadi penting
6. Saya perlu beruntung agar mendapat nilai yang baik dalam pembelajaran ini
7. Saya harus bekerja sangat keras agar berhasil dalam pembelajaran ini.
8. Saya tidak melihat bagaimana hubungan antara isi pelajaran ini dengan sesuatu yang telah saya ketahui
9. Guru membuat suasana menjadi tegang apabila membangun sesuatu pengertian
10. Materi pembelajaran ini terlalu sulit bagi saya
11. Apakah saya akan berhasil/tidak berhasil dalam pembelajaran ini, hal itu tergantung pada saya
12. Saya merasa bahwa pembelajaran ini memberikan banyak kepuasan kepada saya
13. Dalam pembelajaran ini, saya mencoba menentukan standar keberhasilan yang sempurna
14. Saya berpendapat bahwa nilai dan penghargaan lain yang saya terima adalah adil jika dibandingkan dengan yang diterima oleh siswa lain
15. Siswa di dalam pembelajaran ini tampak rasa ingin tahunya terhadap materi pelajaran
16. Saya senang bekerja dalam pembelajaran ini
17. Sulit untuk memprediksi berapa nilai yang akan diberikan oleh guru untuk tugas-tugas yang diberikan kepada saya
18. Saya puas dengan evaluasi yang dilakukan oleh guru dibandingkan dengan penilaian saya sendiri terhadap kinerja saya
19. Saya merasa puas dengan apa yang saya peroleh dari pembelajaran ini
20. Isi pembelajaran ini sesuai dengan harapan dan tujuan saya
21. Guru melakukan hal-hal yang tidak lazim dan menakjubkan yang menarik
22. Para siswa berperan aktif di dalam pembelajaran
23. Untuk mencapai tujuan saya, penting bagi saya untuk berhasil dalam pembelajaran ini
24. Guru menggunakan bermacam-macam teknik mengajar yang menarik
25. Saya tidak berpendapat bahwa saya akan memperoleh banyak keuntungan dari pembelajaran ini
26. Saya sering melamun di dalam kelas.
27. Pada saat saya mengikuti pembelajaran ini, saya percaya bahwa saya dapat berhasil jika saya berupaya cukup keras
28. Manfaat pribadi dari pembelajaran ini jelas bagi saya
29. Rasa ingin tahu saya sering kali tergerak oleh pertanyaan yang dikemukakan dan masalah yang diberikan guru pada materi pembelajaran ini
30. Saya berpendapat bahwa tingkat tantangan dalam pembelajaran ini tepat, tidak terlalu gampang dan tidak terlalu sulit
31. Saya merasa agak kecewa dengan pembelajaran ini
32. Saya merasa memperoleh cukup penghargaan terhadap hasil kerja saya dalam pembelajaran ini, baik dalam bentuk nilai, komentar atau masukan lain
33. Jumlah tugas yang harus saya lakukan adalah memadai untuk pembelajaran semacam ini
34. Saya memperoleh masukan yang cukup untuk mengetahui tingkat keberhasilan kinerja saya

 

Sumber:

http://suhadinet.files.wordpress.com/2008/06/angket-model-arcs-untuk-mengukur-motivasi-belajar-dan-minat-belajar-siswa1.pdf

d. Pemeriksaan Dokumen (Documentary Analysis)

Pemeriksaan dokumen adalah evaluasi mengenai kemajuan siswa atau objek yang diteliti dengan cara melakukan pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen, misalnya: riwayat hidup

 

e. Sosiometri

 

Sosiometri adalah suatu penilaian untuk menentukan pola pertalian dan kedudukan seseorang dalam suatu kelompok. Sosiometri merupakan alat yang tepat untuk menilai hubungan sosial dan tingkah laku sosial dari murid-murid dalam suatu kelas, yang meliputi struktur hubungan individu, susunan antar individu dan arah hubungan sosial.

Cara pengembangan sosiometri:

1)      Pemilihan teman

2)      Pembuatan tabel

3)      Pembuatan gambar/sosiogram

 

f. Skala Bertingkat (Rating Scale)

Skala bertingkat menggambarkan suatu nilai dalam bentuk angka. Angka-angka diberikan secara bertingkat dari angka terendah sampai angka paling tinggi. Angka-angka tersebut kemudian dapat dipergunakan untuk melakukan perbandingan terhadap angka yang lain.

 

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Berdasarkan tinjauan yang telah dikemukakan dari pembahasan, dikaitkan dengan tujuan penulisan ini dapat diajukan kesimpulan sebagai berikut:

1.       Cara pengembangan instrumen jenis tes uraian antara lain: merumuskan tujuan tes, analisis kurikulum atau Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP), analisis buku pelajaran dan sumber dari materi belajar lainnya, mengidentifikasi materi-materi yang cocok untuk dibuat dengan soal uraian, membuat kisi-kisi, penulisan soal disertai pembuatan kunci jawaban dan pedoman penskoran, penelaahan kembali rumusan soal (oleh sendiri atau orang lain), reproduksi tes terbatas, uji coba tes, analisis hasil uji coba, revisi soal, merakit soal menjadi tes

2.       Cara pengembangan instrumen jenis nontes antara lain: merumuskan tujuan, merumuskan kegiatan, menyusun langkah-langkah, menyusun kisi-kisi, menyusun panduan angket, menyusun alat penilaian.

DAFTAR PUSTAKA

H. Djaali dan  Pudji Mulyono. Pengukuran Dalam Bidang Pendidikan. Jakarta: PT Grasindo. 2008.

Miftachudin. 2010. Kekurangan dan Kelebihan Bentuk Tes Jenis Uraian.

Nur, Dewi dkk. 2009. Teknik dan Alat Evaluasi Pendidikan Nontes. Bogor. Laporan kegiatan.
Sunarya, Yaya. 2011. Strategi Meningkatkan Kualitas Tes Uraian.

http://nandangfkip.blogspot.com/2008/04/pengembangan-tes-uraian_02.html

http://suhadinet.files.wordpress.com/2008/06/angket-model-arcs-untuk-mengukur-motivasi-belajar-dan-minat-belajar-siswa1.pdf

 

About these ads

Responses

  1. Kalo punya referensi tentang pedoman wawancara yang lengkap mulai dari definisi konseptual dan operasional, blueprint, dan contoh instrumentnya, serta cara menvalidasinya, I’ll be glag if you could send me the email. Thanks beforehand.

    • pedoman wawancara yang lengkap mulai dari definisi konseptual dan operasional, blueprint, dan contoh instrumentnya dapat saudara baca pada topik “WAWANCARA, PORTOFOLIO, WALKTHROUGH” yang ada dalam kategori “Assessment”..
      terima kasih..
      Keep study well..

  2. terima kasih banyak, tulisannya sangat bermanfaat bagi saya. keep sharing..

  3. bgus sekali tulisannya, saya izin ngopy y

  4. tank’z gaaaan….smoga brmanfaat…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: